Pages

Showing posts with label the event. Show all posts
Showing posts with label the event. Show all posts

Monday, November 22, 2010

The Hectic Day! Part 2: Jakarta Culinary Festival

(sambungan dari part 1)

Gw dan Muktar pun langsung nyari Kopaja ke Pacific Place buat liat Jakarta Fashion Week. Berbekal petunjuk jalan seadanya, kita pun langsung cuuuus...

Sesampainya di sana, kita disambut beberapa manekin berbusana hasil rancangan sejumlah designer ternama Indonesia. 







But... the event hasn't start yet!
Pembukaannya baru malemnya dan kita dateng siangnya, jadi kita early banget ya cun...

Gw sih mau-mau aja nunggu ampe malem, liat openingnya. Tapi gw sendiri nggak yakin apa openingnya terbuka buat umum atau kalangan tertentu aja, atau pake undangan gitu.

Akhirnya kita langsung cuuus ke halte busway terdekat. Pulang.

Pas di halte, Muktar nanya,
"Kalo yang ada Farah Quinn itu kapan?"
"Jakarta Culinary Festival? Bukannya udah kemaren?"
"Sampe kapan?"
Gw pun buka Facebook, baca note yang gw tulis kemaren. Notes yang isinya list event buat tugas.
"Sekarang masih"
"Mau ke sana?"
Gw mikir-mikir. Ke sana? Beneran?

Akhirnya kita pun keluar dari antrean. Padahal kita udah ngantri lumayan lama karena busway di situ lewatnya jarang-jarang. Penuh pula. Kita pun nanya rute ke Grand Indonesia ke mas-mas petugas di halte.

Tololnya, ternyata rute ke Grand Indonesia itu antriannya di tempat kita antri tadi.
Kita pun ngantri dari awal. Lama lagi. Oke. Stupido.

...dan yeaaay, kita pun tiba di GI.

Welcome to Jakarta Culinary Festival 2010 !
 Ini Magic Potion dari Kitchenette. Di dinding ini ada minuman dengan berbagai rasa. Untuk bisa mencicipi minuman ini, para pengunjung harus menyumbang sejumlah uang yang nantinya akan disalurkan ke korban bencana alam. Berhubung gw bawa duitnya pas-pasan, jadi terpaksa mesti nahan penasaran kayak apa rasa Magic Potion ini.

 Chef Sandra Djohan from Miele. Mirip Dhawiya anaknya Elvi Sukaesih itu ya?



Hasil masakan Chef Sandra Djohan. Sayangnya kita gak kebagian.

 BCA Lounge, tempat event-event tentang wine. Booth ini ada di sebelah booth Miele. Sayangnya, kita telat dateng. Padahal ada wine tasting. Jadi kan enak tuh, masuk booth demo masaknya Miele, icip masakannya, terus masuk ke booth BCA Lounge deh, icip wine. Komplit tuh, abis makan terus minum.

 Selain di booth Miele, demo masak juga ada di booth ini. Boothnya lebih besar.

Ini cumi bakar yang ada di salah satu booth seafood. Gw sempet icip dan... pyukkk... 
Nggak ada rasanya! Kayak dipotong-potong terus dibakar aja gitu. Nggak berasa dibumbuin.

Ini spaghetti yang gw icip di salah satu booth. Lumayan lah, walopun rasanya nggak enak-enak amat. Mentang-mentang sample kali ya.
 



 Sample yang satu ini mesti bayar. Sample segede upil gini harganya mulai dari 15.000 sampai 23.000.


Selain itu juga ada booth Magnum. Para pengunjung bisa beli es krim Magnum terbaru seharga 10.000. Pembelian ini termasuk bonus foto dengan kostum kerajaan. Kostum kerajaan ini sesuai dengan ingredients Magnum terbaru yang memakai cokelat Belgia. Sayangnya, gw nggak sempet foto boothnya. Hehe, sorry...

Sayangnya lagi, tante Farah Quinn datengnya kemaren dong, jadi gw nggak ketemu dia di sini.

Oke, selesai icip-icipnya. Sepulang dari situ gw langsung cari taktik gimana caranya bisa masuk ke Jakarta Fashion Week besoknya.

(bersambung ke part 3)


Photos by Rerre & Muktar

Monday, November 8, 2010

The Hectic Day! Part 1: Pameran Seni Rupa Huru Hara Hero

Hi, people!

Dengan bodi yang terasa remuk, pundak pegel-pegel, kaki linu, gw akan melaporkan kegiatan gw selama beberapa hari belakangan ini.

Sabtu (6/11) kemarin, gw ke Jakarta buat ngerjain tugas mata kuliah Penulisan Berita Seni, Budaya, dan Pariwisata. Tugasnya meliput kegiatan seni, budaya, dan pariwisata, tentunya. Berhubung weekend, jadi banyak banget event yang bisa dijadikan pilihan buat tugas ini.

Gw dan partner gw, Muktar, memutuskan untuk pergi ke Taman Ismail Marzuki. Waktu itu lagi ada pameran seni rupa dengan judul "Huru Hara Hero". It was my very first time to go there. Pergi ke salah satu pusat kesenian di Jakarta. Tempat nongkrongnya anak-anak IKJ, ma men!

"Huru Hara Hero" merupakan pameran seni rupa gabungan dari beberapa orang seniman. Dwiko Rahardjo, Vincensius, Adhi Laksono, MasPadhik, Widiyatno, Bambang Winaryo, Iskandar, Said Budiarto, Sumarjo, Herman Widianto, Hari Mulyanto, dan Agus Prayitno merupakan para seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini.

Waktu gw dan Muktar masuk ke Galeri Cipta II, gw disambut tiga orang penyelenggara di pintu masuk. Waktu kita isi daftar hadir tamu, kita ada di urutan 83 dan 84. Hari itu hari kedua penyelenggaraan pameran. Entah, angka sekian sudah termasuk tinggi atau rendah dalam standar pameran seni rupa.

Selesai mengisi daftar hadir tamu, kita pun masuk ke galeri. Ternyata kosong melompong. Tanpa pengunjung.

The Gallery. Sepi!
The Gallery. Sepi!

Entah kenapa pameran ini sepi pengunjung. Mungkin kita datang di waktu yang memang jarang orang berkunjung. Mungkin anak-anak IKJ yang kampusnya pas di belakang TIM, belum pulang kuliah. Siapa tau mereka mampir ke sini.

Anyway, pameran ini menampilkan karya-karya mengenai pahlawan-pahlawan di sekitar kita. Pahlawan yang diakui, maupun yang tak teridentifikasi.

Beberapa karya yang ditampilkan cukup membuat pikiran tergelitik. Pahlawan wanita sebagai sosok yang terlupakan, misalnya. Dalam salah satu karya, topik ini ditampilkan melalui sosok seorang wanita dengan hiasan ala pengantin Betawi. Di hiasan wajahnya terdapat pin bergambar pahlawan-pahlawan wanita Indonesia. Wajahnya murung, entah kenapa. Mungkin di balik wajah murungnya terdapat kunci mengapa sosok pahlawan wanita nampak terlupakan.

"Mereka Yang Terlupakan". Gambaran sosok pahlawan wanita di Indonesia.
Detail lukisan yang digantungi pin bergambar pahlawan-pahlawan wanita

Di pameran ini gw juga lihat lukisan Soeharto. Lho kok Soeharto? Emang Soeharto pahlawan? Setidaknya itulah yang coba diangkat Widiyatno, seniman kelahiran Magelang melalui karyanya yang bertajuk "Pro Kontra".

The Master. Bapak Soeharto.

Tema yang lagi hot. Pro-kontra gelar pahlawan Soeharto.Lain lagi dengan Dwiko Rahardjo. Seniman yang mengklaim diri sebagai pelukis khusus selebritis ini menuangkan idenya melalui lukisan berjudul Supermom. Dalam karyanya, Dwiko menampilkan sosok Krisdayanti dengan kostum Wonderwoman. Tak lupa, Dwiko menyisipkan kalung berinisial KR di lehernya. Krisdayanti-Raul?


Mimi Krisdayanti!
img_5647

img_5728
Me! Not a part of the exhibition :p 
Me! Not part of the exhibition :p
 
 Muktar, my partner. Ah, sudahlah. Jangan bergosip soal status di sini :(
Muktar, my partner. Ah, sudahlah. Stop bicara tentang status di sini :(

Anyway, pas kita lagi muter-muter di galeri, tiba-tiba ada tiga orang yang masuk. Kayaknya penyelenggara pameran berikutnya di galeri ini. Entah pameran apa yang mau mereka bikin, tapi kira-kira begini percakapan yang gw tangkep:

"Nanti ini galerinya kita bagi dua. Kita sekat sebelah sini, terus ke sini."

"Nanti sebelah sini kita taro mumi Firaun ya, pak! jadi yang dateng bisa liat-liat raja mumi di sini."

"Iya, kita simpen mumi di sebelah situ. Nah, di sebelah sini kita simpen hantunya..."

Pameran apaan sih itu???
----------*****----------
Selesai muter-muter galeri, kita nongkrong di gerbang keluar. Nyatronin mamang es kelapa. Lumayan buat gejala darah rendah gw yang tiba-tiba muncul. Sambil minum es kelapa, gw buka facebook dan baca info event yang beberapa hari sebelumnya gw post di note. Gw cari-cari lagi event apa yang kira-kira bisa gw datengin.

Tiba-tiba gw inget, ada satu event yang nggak gw masukin ke note. Ada Jakarta Fashion Week di Pacific Place. Gw pengen banget dateng ke situ. Masalahnya, gw nggak tau itu event diadainnya kapan. Akhirnya gw googling dan ternyata... pembukaannya pas hari itu juga.

"Nyet, pokoknya gw mau ke sana sekarang! Sekarang!"

Gw ngerengek ke si partner. Seperti biasa, dia coba buat bikin gw mikir seribu kali. Nggak tau jalannya lah, openingnya baru ntar malem lah, outfit kita ngegembel banget lah.

Tapi bukan Rerre namanya kalo nggak sukses ngerengek ama partner gw ini ;)

(bersambung ke part 2)